RENUNGAN JUMAT TENTANG MISTERI KEHIDUPAN

Standar

11026276_10203277055878590_3081787232759197713_nMuchtar A.F

Minggu kemarin saya bertemu dengan sahabat lama SMA, di sebuah acara keluarga di Jakarta. Sewaktu di SMA, ia dikenal sebagai anak yang rajin dan cerdas, bahkan ia memiliki cita-cita tinggi menjadi insinyur, dan ingin hidupnya bisa berkecukupan. Setamat SMA ia melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi, sedangkan saya memilih bekerja. Kenapa baru tamat SMA saya sudah harus bekerja? Hanya ada satu alasan, karena tidak ada biaya.
Puluhan tahun kami berpisah, dan tidak pernah bersua. Saya tidak pernah menyangka bahwa kehidupan sahabat saya sekarang ini sangat memprihatinkan. Ketika bertemu,

ia banyak mengeluh akan nasibnya, karena di usia senjanya ia masih mengalami kesulitan keuangan dan sering sakit-sakitan. Setelah berhenti bekerja dari perusahaan swasta, semua uang tabungannya habis dipakai untuk biaya pengobatan dirinya. Ternyata kuliahnya tidak selesai, sehingga semua cita-citanya kandas dihempas ganasnya kehidupan. Untuk menyambung hidup, ia buka warung kecil-kecilan di rumah kontrakannya.
Kisah hidupnya sangat menarik untuk saya jadikan pelajaran. Dalam perjalanan pulang ke Bandung saya banyak merenung, mengapa sahabat saya yang dulu pernah memiliki cita-cita tinggi, rajin, dan cerdas, sekarang nasibnya kurang beruntung? Padahal, ada sahabat saya yang lain terlihat biasa-biasa saja, ternyata di hari tuanya menjadi orang yang hebat. Ekonominya kuat, rajin bersedekah, dan keluarganya bahagia. Apakah ini yang dinamakan suratan takdir?
Ya … percaya kepada takdir memang salah satu rukun yang wajib diimani oleh diri saya sebagai seorang Muslim. Takdir berarti ukuran, ketentuan, dan kepastian. Saya sangat meyakini bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan, pasti ada takaran atau ukurannya dengan segala keteraturan. Masalah takdir adalah termasuk perkara yang ghaib, menyangkut peristiwa yang akan terjadi dan di luar jangkauan penalaran manusia.
Teringat kembali akan materi ceramah subuh yang disampaikan pak ustadz minggu lalu. Dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari 120 ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah yang bersifat absolut, artinya sudah ditetapkan Allah sebelum manusia dilahirkan, dan juga ada 80 ayat yang menjelaskan tentang takdir Allah yang bersifat relatif, atau sudah melalui ikhtiar.
Takdir absoulut tidak bisa diubah oleh manusia, karena memang sudah menjadi ketetapan-Nya, dan sama sekali tidak ada campur tangan manusia. Sedangkan takdir relatif yang didasarkan pada ikhtiar manusia, maka Allah akan menuntut pertanggungjawabannya, setelah manusia diberi hak untuk memilih dengan segenap pikiran, hati, dan jiwanya. Takdir, sesungguhnya ditentukan oleh seberapa besar kesungguhan manusia dalam berjuang memperbaiki kehidupannya.
Kita harus yakin bahwa Allah Swt. menciptakan manusia dengan takdirnya. Kita harus yakin bahwa manusia diberi pilihan untuk memilih takdir yang paling baik untuk dirinya. Life is just a matter of choice. Maka, keimanan pada takdir harus mendorong kita untuk selalu berdoa dan berusaha sebaik mungkin, sementara hasilnya diyakini merupakan takdir Allah. Dan yakinlah bahwa Allah Swt tidak akan pernah mendzolimi hamba-Nya.
Muncul pertanyaan, mengapa nasib sahabat saya tersebut kurang beruntung? Apakah ia tidak berminat untuk mengubah nasibnya? Padahal, Allah telah memberikan peluang kepada manusia untuk berikhtiar mencari takdir yang paling baik bagi dirinya. Apakah sahabat saya tidak menyadari bahwa dirinya harus berubah? Atau ia tidak tahu bagaimana caranya agar hidupnya bisa berubah menjadi lebih baik?
Jangan-jangan ia lebih menyenangi kepasrahan daripada harus berjuang melawan kerasnya tantangan zaman. Jangan-jangan ia juga tidak tahu potensi terbaik yang telah diberikan Allah kepadanya, sehingga ia sudah terbelenggu di zona kepasrahannya. Akhirnya, nasib sahabat saya tersebut tidak pernah berubah, bahkan di hari tuanya terus berkubang dalam kesulitan. Ia tidak berani membuat lompatan agar bisa keluar dari kotak pikiran yang sempit, kecuali mengeluh, mengeluh, dan terus saja mengeluh pada suratan takdir.
Hidup memang menyimpan banyak misteri dan sejuta teka-teki. Terkadang, apa yang terjadi sulit dipahami oleh rasio, kecuali dengan keimanan bahwa sebagai manusia memang harus berjuang dengan penuh semangat dan kesabaran, serta meyakini akan datangnya kesuksesan. Untuk mendapatkan sukses sejati, Anda tidak harus menjadi orang yang hebat dalam pandangan manusia, tapi jadilah orang yang paling hebat berdasarkan pandangan Tuhan.
Cahaya kebajikan telah dibentangkan Allah untuk diraih hamba-Nya yang beriman. Betapa tinggi nilainya ketika sukses duniawi diperoleh seiring dengan ketaatannya kepada perintah Tuhan. Ya Allah, semoga sahabat saya mampu mengatasi kesulitan hidupnya. Limpahkan rezeki yang halal ya Allah, rezeki yang penuh dengan keberkahan. Berikanlah ia pundak yang kuat agar ia mampu memikul beban kehidupan yang semakin berat. Aamiin.
Bandung, 22 Mei 2015
Wassalam,
Muchtar A.F
http://www.startc.co
http://www.muchtar-af.blogspot.com
11262478_10203673604232051_5756093484825448132_n11026276_10203277055878590_3081787232759197713_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s