DIABETES BUKAN SEBAB BANYAK MAKAN GULA: MITOS

Standar

handrawan nadesul 1Handrawan Nadesul bersama Liem Tian Ien dan 49 lainnya
Sakit gula bukan sebab banyak makan gula. Namun sesendok gula menjadi sangat berbahaya bagi yang sudah pengidap diabetes. American Diabetes Association menyebut anggapan banyak gula penyebab kencing manis sebagai mitos.
Faktanya, diabetes disebabkan oleh faktor genetik pada yang tipe 1. Kelenjar pancreas sebagai pabrik insulin, oleh sebab faktor otoimun, kelenjar ini tidak bisa memproduksi insulin yang cukup.

Insulin diperlukan untuk memasukkan gula ke dalam sel, dan di dalam sel gula diubah menjadi tenaga. Sementara diabetes tipe 2 merupakan gabungan punya bakat gula dengan faktor gaya hidup. Lebih banyak kasus DM sebab keliru memilih gaya hidup.
Gaya hidup yang bikin badan jadi kegemukan akibat makan berlebihan, dan kurang gerak, selain faktor stres, itu penyebab utamanya. Pancreas pada DM tipe 2 masih bisa produksi insulin, namun kurang cukup, atau cukup tapi kualitas insulinnya bersifat resisten (insulin resistance), sehingga tidak sempurna kerjanya, dengan akibat sama: tidak bisa membawa gula memasuki sel.

handrawan nadesulPelepasan insulin memerlukan asam amino arginin selain leusin, sementara peran trace element chromium besar dalam pembuatan insulin. Kekurangan dua asam amino esensial itu mengganggu pelepasan insulin juga. Yang sama bila terjadi stres. Hormon stres (norepinephrrine) menghambat pelepasan insulin dengan akibat yang sama, gula tak terpakai oleh sel, lalu gula menumpuk di dalam darah dengan segala akibatnya, dan gula bocor ke urine.
DM yang bukan turunan bisa dicegah dengan tidak membiarkan badan kegemukan, selain rutin bergerak badan, dan kendurkan stressor. Juga yang punya turunan (prodiabetes), harus lebih waspada sejak masih kecil mula, mencegah tidak menjadi gemuk, dan rajin bergerak badan.
Gula dalam darah meninggi kalau asupan makan melebihi kebutuhan. Gula dalam darah diubah menjadi gula tunggal glucose, berasal dari makanan karbohidrat, selain dari gula dan sumber makanan manis, terkecuali yang dari pemanis buatan (sweetener).
Semua karbohidrat diubah menjadi glucose. Begitu juga gula buah (fructose), gula pasir, gula merah, gula batu (disacharida), atau gula majemuk, madu, semua diubah menjadi gula tunggal glucose. Jadi kebanyakan makan nasi, mie, roti,mie, sagu, jagung, madu, atau buah manis, sama meninggikan gula dalam darah juga bila dikonsumsi berlebihan. Selama insulin cukup, dan fungsi insulin normal, kelebihan gula akan terpakai, selain disimpan sebagai cadangan gula di hati dan otot.
Karena DM tipe 1 pabriknya sudah tidak bisa memproduksi insulin yang cukup, maka kasus ini harus dibantu oleh suntikan insulin, karena obat minum hanya merangsang produksi. DM tipe 2 yang pancreasnya masih bisa produksi insulin, masih mungkin untuk dipacu dengan obat minum, selain kemungkinan bersifat insulin resisten yang terjadi akibat kegemukan dan keliru memilih gaya hidup.
Berarti DM tipe 2 masih mungkin dipulihkan bila semua faktor yang menyebabkan diabetesnya ditiadakan. Artinya tidak harus bergantung obat sepanjang hayat seperti DM tipe 1 yang sebab turunan yang bergantung obat sepanjang hayat. Namun karena sekitar duaperlima kasus DM tipe 2 bersifat insulin resisten, maka terapi tak cukup hanya obat minum seperti dulu, selain obat minum, perlu digabung dengan suntikan insulin juga.
Kasus DM bisa sama sehatnya dengan orang yang tidak kencing manis selama dietnya ditakar (khususnya karbohidrat dan yang serba manis), dan obatnya teratur, serta tepat pula dosisnya. Komplikasi DM bisa mengenai hampir semua organ. Apalagi kalau DM berkomplot dengan hipertensi, kelebihan lemak darah (hyperlipidemia), dan hadirnya penyakit metabolik. Komplikasi DM bisa ke mata jadi buta, ke otak jadi stroke, ke jantung jadi serangan koroner, ke ginjal jadi gagal ginjal, dan sistem saraf tepi terganggu (neuropathy), selain terjadi juga gangguan pembuluh darah rambut (microcirculation) tungkai dan kaki yang berisiko terjadinya gangrene. Maka tungkai dan kaki harus betul-betul dilindungi terhadap kejadian terluka, teredera, termasuk harus hati-hati menggunting kuku, tidak boleh tetusuk duri, karena luka di tungkai dan kaki pada pengidap gula, sukar sembuhnya.
Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL
agus suryono
Kiriman Mas Agus Suryono

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s