Kenali Gejala Alzheimer Sedini Mungkin

Standar

alzheimer24Laporan wartawan Tribun Medan/Royandi Hutasoit
TRIBU-MEDAN.com, MEDAN – Mungkin kita pernah kesal dan marah kepada orang tua karena sering lupa, berpakaian tidak serasi, berhalusinasi, dan emosinya sering berubah. Hal ini juga dialami oleh DY Suharya salah satu penulis buku berjudul Ketika Ibu Melupakanku, yang sekaligus, Executive Director Alzheimer Indonesia yang menjadi

pembicara dalam acara bedah buku Ketika Ibu Melupakanku di Gramedia Sunplaza, Jalan Zainul Arifin Medan, Jumat (27/2).
Ia mengatakan bahwa ibunya menyebalkan dan sering berhalusinasi. “Saat itu saya sering marah-marah sama ibu saya, karena sering berhasulinasi tentang hal aneh, seperti penampakan soekarno dan yang lainnya. Yang paling menyebalkan itu ketika ibu menuangkan air diluar gelas yang siapkan,” ujarnya
DY mengatakan memilih pergi keluar negeri karena tidak tahan dengan sikap ibunya. “Ketika itu, rumah tidak nyaman, ayah dan ibu sering berantem, dan bahkan saya menyarankan orang tua saya untuk bercerai. Oleh karena itu saya memutuskan untuk berangkat keluar negeri selama dua puluh tahun,” katanya.
alzheimers-brainpuzzle-512Selama dua puluh tahun di luar negeri Kata DY, Ia baru mengetahui bahwa ibunya mengalami penyakit Alzheimer. “Waktu itu ayah meberitahu bahwa ibu terkena yang namanya penyakit Alzheimer, dan saya memutuskan untuk merawat ibu saya,” ujarnya.
Setelah merawat ibunya, DY mengatakan bahwa mulai menyebarkan pengetahuan tentang penyakit ini. “Setelah merawat ibu, saya mulai membagi pengalaman saya tentang penyakit yang diderita oleh ibu saya melalui Alzheimer’s Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya buku berjudul Ketika Ibu Melupaknku ini adalah salah satu pengalamannya tentang ibunya. “Buku ini adalah salah satu bentuk untuk memperkenalkan tentang penyakit Alzheimer ini yang di derita ibu saya melalui pengalaman. ” ujarnya.
Hasan Sjahrir, Guru Besar Neurologi Universitas Sumatera Utara, yang menjadi pembicara dalam diskusi ini juga mengatakan Alzheimer ini adalah adalah salah satu penyakit yang bisa di obati. “Alzheimer ini sering kita sebut pikun. Alzheimer ini adalah penyakit yang bisa dicegah. Jangan kita anggap hal ini adalah hal biasa, karena penyakit ini jika tidak kita sikapi dengan baik akan menciptakan hal-hal yang sangat menguras tenaga dan emosi yang ujung-ujungnya membuat perpecahan di keluarga seperti yang dialami oleh penulis buku ini,” katanya.
Dalam diskusi ini, Hasan juga menuturkan cara untuk mencegah Dimensia Alzheimer adalah dengan pola hidup sehat. “Untuk mencegah penyakit ini bisa kita lakukan dari hal sederhana seperti belajar fokus, ontime dalam semua kegiatan, menghargai orang lain, berpikiran positif dan banyak makan buah-buaan dan sayuran segar,” ujarnya.
Aldi Rambe, peserta bedah buku sekaligus ketua Komunitas Alzheimer’s Medan, mengatakan di Medan, penyakit ini masih dianggap sebagai aib. “Di Medan penyakit seperti ini masih dianggap tabu, mereka merasa bahwa penyakit ini adalah hal biasa. Namun setelah parah mereka baru membawanya kerumah sakit, kasus terparah yang pernah kita alami di Medan, adalah orang tuanya tidak bisa membedakan makanan yang bisa diasup dan tidak,” ujarnya. (cr7)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s