Keluarga Bisa Jadi Penyembuh Penderita Stroke

Standar

logoSelasa, 08/07/2014 – 19:45
YOGYAKARTA, (PRLM).- Merawat anggota keluarga yang terserang stroke dan penyakit lain yang menyebabkan penderita tidak mandiri lagi dalam beraktivitas, memerlukan sentuhan nurani anggota keluarga yang sehat. Jika nurani anggota keluarga bebal, perawatan anggota keluarga yang terkena stroke ada yang diserahkan kepada orang lain, misalnya, perawat hingga yang paling mengenaskan dipasrahkan kepada panti jompo.

080714stroke-1Direktur Muslim Medical FKAM Jogja Destur Purnama Jati, Amd, Kep menyatakan keluarga sangat penting menjadi tumpuan kesembuhan bagi anggota keluarga lain yang terserang stroke. Jika keluarga menerima dan membantu sepenuh hati terhadap anggota yang sakit, itu separuh dari proses penyembuhan.
Menurut dia, jangan berpikiran dalam suatu keluarga untuk menyerahkan perawatan anggota keluarga yang sakit sepenuhnya kepada orang lain, sementara anggota keluarga menonton. Apabila pasien yang sakit adalah orang tua, maka anak-anaknya harus di garda terdepan sebagai perawat.
“Anggota keluarga kami terkesa stroke, semua anggota keluarga sepakat harus dirawat sebaik-baiknya oleh keluarga pasca perawatan di rumah sakit. Saya sebagai perawat mencontohkan bagaimana anak atau saudara harus merawat orangtua atau saudara yang stroke. Jangan berpikir, serahkan saja ke orang lain untuk merawat anggota keluarga atau orangtua yang stroke,” kata dia dalam pelatihan merawat pasien stroke di Masjid Baiturrahim Patangpuluhan, Yogyakarta.
Stroke merupakan serangan otak yang timbul secara mendadak di mana terjadi gangguan fungsi otak sebagian atau menyeluruh sebagai akibat dari gangguan aliran darah oleh karena sumbatan atau pecahnya pembuluh darah tertentu di otak.
Potensi orang terkena stroke berdasarkan usia dihitung sejak usia 35 tahun, ketika usia bertambah 10 tahun akan terjadi risiko terserang dua kali lipat. Risiko utama stroke dimulai dari kejadian prevalensi hipertensi mencapai 95 persen (http://www.yastroki.or.id).
Karena potensi yang tinggi terserang stroke bagi semua orang, maka mengenalkan apa stroke dan menangani pasca stroke sangat penting. Adapun media atau lembaga yang bisa mengenalkan, misalnya, masjid yang melibatkan jamaah di sekitarnya, dengan memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa.
Seperti diselenggarakan Panitia Ramadan Masjid Baiturrahim Patangpuluhan, Yogyakarta bekerjasama dengan Muslim Medical FKAM Jogja, sebanyak 90 orang jamaah masjid sangat antusias mengikuti penjelasan dr Faris tentang apa dan gejala stroke, kemudian praktik senam dan perawatan stroke oleh Destur Purnama Jati dan tim. Pelatihan dasar merawat stroke memerlukan sedikitnya dua sesi, sesi pertama pengenalan apa stroke dan senam serta evakuasi, sesi kedua cara memandikan.
“Saya merasakan manfaat pelatihan merawat orang stroke. Sehari setelah latihan, saya didaulat oleh tetangga saya yang terkena stroke untuk menuntut cara senam stroke,” kata Surajiono, SE, peserta pelatihan stroke.
“Saya tidak menyangka jamaah masjid sangat antusias mengikuti pelatihan itu,” kata ketua takmir masjid Kuskoyo, SE. (A-84/A_88)***
• HORISON

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s