Kerokan by Widarto 2013

Standar

kerokan1Kerokan merupakan bagian dari budaya Indonesia
OBAT ALAM INDONESIA
CARA AMAN KEROKAN : OTOT DILEMASKAN, DARAH DILANCARKAN, PENYAKIT DILENYAPKAN

Kerokan merupakan bagian dari budaya Indonesia, sebagai pengobatan terhadap masuk angin, perut kembung, urat kaku, badan sakit semua karena capek. ‘Tingkatan’ kerokan itu (jaman dulu) begini : level satu, badan di ’blonyo’ (di beri dan diratakan) dengan minyak telon, terutama kaki, tangan dan bagian belakang badan. Minyak telon ‘asli’ jaman dulu terdiri dari minyak kelapa, parutan bawang merah dan minyak tanah, yang masing-masing mempunyai khasiat penyembuhan yang berbeda. Level satu ini berlaku untuk bayi dan anak kecil.

Tingkatan atau level kedua, badan (biasanya bagian belakang badan, dada, leher dan tangan) dikerok memakai bawang merah yang dipotong melintang. Sebagai ‘pelumas’ dipakai minyak kelapa. Tingkatan ini untuk anak-anak.

Level tertinggi kerokannya memakai uang logam dan minyak kelapa. Untuk anak besar, dewasa dan orang tua. Uang logam ini dipilih yang bergerigi, makanya kemudian dianggap bisa merusak pori-pori kulit, sehingg kulit menjadi terbuka pori-porinya dan lebih mudah masuk angin lagi.

Fungsi kerokan adalah untuk meluruskan, melemaskan otot di bagian yang dikerok serta melancarkan peredaran yang tersumbat di bagian itu. Mak tak heran kerokan memang bisa menyembuhkan orang sakit.

Untuk diketahui,pada saat orang sakit, khususnya masuk angin, darah kekurangan oksigen dan lebih banyak mengandung zat asam arang atau karbon dioksida yang rumus kimianya CO2, maka darah menjadi merah kehitaman, itu kelihatan dari keluarnya warna kehitaman itu di bagian yang dikerok. Jika peredaran darah sudah lancar, darah berwarna merah muda, mengandung banyak oksigen yang rumus kimianya O2 dan tidak akan muncul ketika dikerok.

Kalau masalahnya uang logam bisa merusak pori-pori kulit, bagaimana solusinya? Apa tidak bisa diganti yang lain? Ada beberapa cara. Namun yang akan saya utarakan satu saja yang paling mudah didapat dan diterapkan. Saya sering kerokan menggunakan alat ini.

Apakah alat itu? Tidak lain adalah gelas ! Kita kerokan menggunakan gelas, bagian yang digunakan mengerok adalah mulutnya gelas itu.

Keuntungan menggunakan gelas adalah, pertama mulut gelas tidak merusak pori-pori kulit karena licinya. Kedua dengan permukaan yang lebar, kerokan yang sekaligus pijatan juga itu sekalai kerok bisa dapat banyak dan akhirnya cepat selesai. Ketiga, kulit tidak sakit dan keempat bekas kerokan yang berwaran merah itu akan segera hilang, tidak seperti bekas kerokan dengan uang logam yang bisa berhari-hari baru hilang, serta tidak meninggalkan bekas di kulit.

Supaya enak, tandai gelas atau pilih satu gelas yang khusus digukanan untuk kerokan, sebab kalau pakai gelas semabarang, lalu dipakai minum, bisa membuat jijik orang.

Sebagai pelumas atau pelicin, bisa dipakai minyak goreng. Tapi kalau mau yang baunya lebih enak boleh dipakai ‘baby oil’ atau ‘VCO’ (virgin coconut oil). Kalau mau segar dan hangat, boleh ditambah dengan sedikit minyak kayu putih, malah baunya juga bagus sebagai aroma terapi. Saya sendiri akhrinya malah hanya menggunakan minyak kayu putih saja, sebab dengan gelas yang permukaannnya licin, sudah licin di kulit, enak, nyaman dan tidak merusak kulit.

Untuk menghindari ‘ketergantungan’ kepada orang lain, saya biasakan kerokan sendiri. Terutama otot di paha dan kaki yang sering sakit, pegal-pegal. Entah karena sering menginjak rem kendaraan atau ‘bakat’ yang berkaitan dengan alat pencernaan yang kurang lancar mencerna makanan. Sebab katanya sakit di otot paha itu berkatian dengan ketidak lancaran kerja alat pencernaan itu.

Selain paha dan kaki, juga tangan, tentunya yang mudah dikerok. Nah, kalau punggung pegal-pegal, setelah dikerok di kaki dan tangan biasanya akan sembuh sendiri. Namun kalu pegalnya agak bandel, ya saya kerok juga, punggung, pundak dan leher (seperti yang saya lakukan tadi amlam). Semuanya ‘self service’ alias dikerok sendiri. Dengan mengerok sendiri malah akan tahu sebelah mana saja yang sakit dan akan tahu juga sudah cukup atau belum mengeroknya. Alahmdulillah paha, punggung pegal dan badan ‘tidak enak’, akhirnya sembuh.

Oh ya, bagi anda sekeluarga yang mudik (dan tidak mudik juga), serta merasa badan pada pegal-pegal, boleh mecoba metode ini, karena cara ini bukan mengerok, tetapi justru seperti mengurut, untuk melemaskan, mengurai & meluruskan otot, melancarkan peredaran darah dan melenyapkan penyakit.

Anda mau mencoba? Cobalah. Nikmati nikmatnya budaya leluhur asli Indonesia . . . . .

Widarto 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s