Kelimoetoe Toneel Club

Standar

Copy dari kumpulan Tulisan Bapak Thomas W di milis P2TEL

1934 - Kel Soekarno di Endeh[Bagian Pertama]
Temens,
Sudah tahu semua, Bung Karno seorang Bapak Pendiri Bangsa Indonesia, pemimpin nasional, ideologist, seniman. Dalam Feb 1934 Soekarno(33) di-boeang ke Ende, Flores (doeloe disebut Endeh). Keluarga Soekarno yg berangkat ke Endeh terdiri Inggit Garnasih, mertua (ibu kandung Inggit), anak angkat Ratna Djoeami, dan pembantu. Selama di-boeng Soekarno dapet “gajih” 150 gulden sebulan utk bayar semua kehidupan di tempat pembuangan.
Mengapa Soekarno di-boeang ke Endeh? Pertama, goede bewaking, ada penjagaan yg cukup ketat shg yang ditahan tidak melarikan diri. Kedua, werk-gelegenheid, ada kesempatan kerja (pada waktu itu Flores selesai perang kolonial lokal shg Pemerintah Hindia Belanda akan membangun infrastruktur – pek.sipil). Ketiga, vathaarheid van de bevolking voor agitatie van de internandus, kepekaan politik masyarakat masih rendah shg tidak ter-agitasi Boeng Karno(!). Jelas, BK tidak boleh di lingkungan yg peka politik(!). Berdasarkan ketiga alasan diatas, BK tidak di-boeang ke Boven Digoel (di sana ada 2600 internats). Perkiraan, pemerintah kolonial kawatir BK membakar semangat sesama orang boeangan di Boven Dogoel(?). Namun demikian, sang kolonial penuh pertimbangan kemanusiaan bhw internadus Soekarno harus diberi kesempatan hidoep layak bagi diri sendiri dan berkeloearga. Jadi, begitoe datengnya nasib Soekarno di-boeang ka Endeh.
Salam,

(bersambung)
[Bagian Kedua]
Subject: Kelimoetoe Toneel Club (2/4)
Selama di-boeang di Endeh, Soekarno banyak (a): studi Islam (agama & politik) dan(b): ber-dialog dengan padri Katolik (maklum di Endeh-Flores dominan masyarakat pemeluk agama Katholik).
Studi Islam diawali ketika Soekarno mondok di HOS Tjokroaminoto di Soerabaia. Studi Islam di Endeh lebih pada belajar Islam “dari dalam ke luar” (artinya, memaknai ke-Islaman dalam dunia modern). Berbeda ketika Soekarno muda mengenal kecendekiaan Islam di HOS Tjokroaminoto di Soerabaia, lebih sering disebut mengenal “dari luar ke dalam”(Islam), atau awal mula mencari nilai-nilai Islam untuk keimanan seorang Soekarno muda. Alhasil, Soekarno menjadi matang dan penuh keimanan Islam yg saleh.
Kaum terpelajar (ganti intelektual) di Endeh hanya para pemuka bangsa Belanda dan padri Katolik dari Ordo Jesuit. Selama di pembuangan ini, Soekarno intensif ber-interaksi dengan pastor-pastor Katolik. Lingkungan Pastoran Endeh memiliki fasilitas Perpustakaan (=tempat belajar & diskusi) danGedung Immaculatta (gedung pertemuan & panggung toneel). Soekarno akrab sekali dengan Pater Joahannes van der Hijden sebagai teman diskusi, pater inisering disindir dipanggil de kleine Jan, “Jan si kecil”, padahal orangnya gede tinggi-besar. Pastor Van Stiphout yg baru datang dari Roma, dia banyak cerita tentang Mussolini (yang sangat dikagumi Soekarno) sebagai inkarnasi sang nasionalis Italia, Garibaldi. Ada pastor lain, Pastor Bouma yang mengenalkansosialisme katolik (melalui manifesto ekonomi-politik dalam Ensiklik Rerum Novarum – 1891). Dari buku perpustakaan & diskusi-diskusi tersebut Soekarno menimba dan memperkaya ilmu dan keilmuan sosial, politik dan keagamaan.
Salam,
(bersambung)
[Bagian Ketiga]
Subject: Kelimoetoe Toneel Club (3/4)
Ber-hubung ada Gedung Immaculatta, Soekarno – yang orang buangan – membentuk klub tonil (klub teater), dinamai: Kelimoetoe Toneel Club. ToneelClub ini beranggotakan 50 sampai 90 orang. Di panggung tonil – Soekarno menjadi “semuanya”, mulai peran dari – pelatih pemain, sutradara, direktur,penerima tamu, pendamping tamu, sampai – terkadang sekalian dia menjadi pemain toneel. Penonton datang dari banyak suku, warna kulit dan pendatang, termasuk – meneer & mevrow Belanda.
Mau tahu judul2 drama karangan Soekarno?. Ada 13(tigabelas) judul-judul sandiwara, yaitu (1): Rahasia Kelimoetoe – Pertama; (2); Rahasia Kelmoetoe – Kedoea; (3): Gera Endeh (kebakaran Endeh); (4): Amoek; (5): Rendo; (6): Koetkoebi; (7): Maha Iblis; (8): Anak Haram Djadah; (9): Dr.Sjaitan; (10: Ero Dinamik; (11): Joela Goebi; (12): Sjanghai Roemba dan (13): 1945 (yg ditulis Soekarno dan tak pernah dimainkan). (Sumber: Riwoe Ga & Djae Bara, pemain – Kelimoetoe Toneel Club).
Salam,
(bersambung)
[Bagian Keempat]
Subject: Kelimoetoe Toneel Club (4/4)

Soekarno meninggalkan Endeh tahun 1938, lalu pindah ke Bengkoeloe (tinggal sampai Maret 1942). Sebenarnya, Soekarno di bawa ke Bengkoeloeagar dekat dengan kota Padang, dari sini – memudahkan akses untuk mengungsikan Soekarno ke luar negeri (Suriname atau Australia?). Tapi, sejarah menentukan lain, lebih dulu – pemerintah Hindia Belanda kalah-menyerah pada balatentara Dai Nippon di Subang-Jawa Barat (berkat serbuan tentara Dai Nippon lewat Pantai Eretan-Indramayu, tentara & sinyo-sinyo Belanda kocar-kacir tak berdaya). Lalu, Soekarno dicari Jepang dan dalam bulan Maret 1942 dibawa pindah ke Jakarta.

Jadi, bagi Soekarno, Endeh bukan “tempat pembuangan”, tapi lebih sebagaitempat kontemplasi. Sebagaimana, Hatta di Banda, Syahrir di Boven Digoel. Soewardi Soeryaningrat & Tjipto Mangoenkoesoemo diasingkan di Holland.Kontemplasi adalah proses menempa diri dan sekaligus mempersiapkan kiprah politik mereka (semua meyakini – cepat atau lambat – pemerintah Hindia Belanda akan ditaklukan oleh Jepang). Soekarno di Endeh adalah Soekarno reflektif, pemikir, lebih banyak waktu di perpustakaan, bertukar pikiran dengan kelompok padri (dengan para kyai/uztad lewat media surat-menyurat dan ditambah diskusi langsung dengan para padri katolik). Di Endeh, Soekarno menjadi The Man. Soekarno menjadi sangat paham aksi masa (massa-actie) untuk membangkitkan perlawanan atau revolusi rakyat Indonesia menuju kemerdekaan. Soekarno jadi matang. Selanjutnya, nasib yang berperan dalam kehidoepan ……… kun faya kun.

Untuk melengkapi kisah lama ini, dilampirkan foto Keluarga Soekarno di Endeh, (dari kiri-kanan) – Ratna Djoeami (anak angkat Boeng Karno, teman sebaya Fatmawati di Bengkoeloe, kemudian menikah dengan Asmara Hadi),Nenek Amsi (ibu kandung Inggit Garnasih, meninggal di Endeh), Soekarnodan Inggit Garnasih.

Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s