4T PENDAKIAN Keempat MASIGIT KAREUMBI

Standar

````ganti 1Sabtu 22 Juni 2013 Kami telah berkumpul di Pintu Utara Stasiun Kereta Api Bandung kami Robongn T 4 Plus :
1 Anang Chandra Wijaya ,2 Bambang Setyawan, 3 Edy Subiarto ,4 Adelia Husada Permatasari
5 Indrawati , 6 Miranto, 7 Masruri, 8 Mustadjab, 9 Subroto, 10 Rurin Mira Nindya
11 Endang Setywati S, 12 Sucahyo’ 13 Sutanto, 14 Tatang Bachtiar,15 Thomas Widjanarto
16 Tjahjanto, 17 Toto Parminto, 18 Tri Ediningsih, 19 Zainal Arifin

Setelah membeli karcis spur Patas Biasa jurusan Ciclengka @ Rp.7.000,- dan tut tut tut kami naik kereta api kira kira 2 jam sampai stasiun Cicalengka dengan sudah ditunggu 2 mobil carteran menuju Curug Cinulang untuk photo photo di air terjun (curug) lalu meneruskan ke obyek sasaran.
11hMsuk Kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi ini dikenakn tiket masuk kawsan sebesr Rp 5.000,- per orang . Rombongan kami 11csebelumny mengundng mnjemen TMBK untuk koordinasi untuk penyedin konsumsi makanan ringan dan makan siang setelah menikmati hutan kami kembali ke kem untuk ISOMA dan acar selanjutnya kami mennam pohon sebagai pelaksanaan program “wali pohon”
Untuk mengadopsi 4 Batang pohon :
11l

Atas Nama Wali Pohon: “KOMUNITAS “”4T”” PENSIUNAN TELKOM”
Nomor Sertifikat: 005349
Alamat Pemesan: JL SUPRATMAN 48 BANDUNG
“Pohon pohon ini akan dirawat selama 3 tahun kedepan. Perawatan ini termasuk menjaga dari serangan gulma dan mengganti pohon yang mati. 11mDan karena penanaman ini dilakukan didalam kawasan konservasi, pohon anda secara otomatis dilindungi oleh Undang Undang Kehutanan dan bukan untuk ditebang.”
Untuk lengkapnya inilah informasi tentang TMBK :

Kawasan Konservasi
Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi
(TBMK)
(http://kareumbi.wordpress.com)

111nnKawasan seluas 12.420,70 hektar ini terletak pada area yang menjadi kewenangan tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang danKabupaten Garut. Sebagian besar area berada di Sumedang dan Garut.
Secara geografis kawasan TB. Gunung Masigit-Kareumbi terletak antara 6° 51′ 31” sampai 7° 00′ 12” Lintang Selatan dan 107° 50′ 30″” sampai 108° 1′ 30” Bujur Timur.

Masigit diambil dari Pasir Masigit yang terletak di sebelah timur kawasan. Sedangkan Kareumbi berasal dari gunung Kareumbi di sebelah 11obarat kawasan. Kareumbi juga nampaknya diambil dari nama sebuah pohon, yaitu pohon Kareumbi (Homalanthus populneus) yang semestinya dahulu banyak terdapat di gunung tersebut.
Kawasan ini merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk yang juga menjadi penyangga bagi sungai Citarum, sungai terbesar di Jawa Barat.
Dalam kawasan ini terdapat pula beberapa sumber air berupa sungai diantaranya adalah Sungai Cigunung, Cikantap, Cimanggu, Cihanyawar, Citarik Cideres, Cileunca, Cianten, Cikayap, Cibayawak, Cibangau, Cisereh dan Cimacan. Dapat ditambahkan juga Sungai Cideres, Citarik dan Cimulu.
111pTopografi kawasan umumnya berbukit sampai bergunung-gunung dengan puncak tertinggi gunung Karenceng ± 1.763 m dpl.
Menurut klasifikasi iklim Schmidt Ferguson, kawasan ini termasuk tipe iklim C dengan curah hujan rata-rata per tahun 1900 mm, kelembaban udara berkisar antara 60 – 90 % dan temperatur rata-rata 23 º C
Flora
Hutan alam Masigit Kareumbi di dominasi oleh jenis Pasang (Quercus sp.), Saninten (Castanea argentea), Puspa (Schima walichii), Rasamala (Altingia excelsea). Sedangkan tumbuhan bawahnya terdiri dari tepus (Zingiberaceae), Congok (Palmae), Cangkuang (Pandanaceae) dan lain-lain. Dari jenis liana dan epiphyt yang terdapat di kawasan ini adalah Seuseureuhan (Piper aduncum), Angbulu (Cironmera anbalqualis), Anggrek Merpati (Phalaenopsis sp), Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Kadaka (Drynaria sp), dan lain-lain. Hutan tanaman ± 40 % didomonir oleh jenis pinus (Pinus merkusii), Bambu (Bambusa sp), dan Kuren (Acasia decurens).
Fauna
```1Jenis-jenis fauna yang ada di kawasan TB G. Masigit Kareumbi antara lain: Babi hutan (Sus vitatus), Rusa Tutul (Axis axis), Kijang (Muntiacus muntjak), Anjing hutan (Cuon javanica), Macan tutul (Panthera pardus), Kucing hutan (Felis bengalensis), Ayam hutan (Gallus sp), Kukang (Nycticebus coucang), ```11Bultok (Megalaema zeylanica), Kera (Macaca fascicularis), Lutung (Tracypithecus auratus) dan Burung Walik (Chalcophals indica).
Pintu Masuk dan Akses
Ada beberapa pintu masuk ke kawasan TBMK.
1. KW: Bandung – Rancaekek – Bypass Cicalengka – Sindangwangi – Tanjungwangi, jarak ± 43 Km.
2. Cipancar: Bandung – Sumedang – Cipancar jarak ± 47 Km, ke lokasi ± 1,5 Km
3. Cibugel: Bandung – Limbangan – Cibugel jarak ± 68 Km, Cibugel- lokasi ±3 Km

Manajemen Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi
Maka pada akhir 2008 dibentuklah tim yang disebut Tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi.
Sejak itu tim mulai bekerja melakukan pembenahan di kawasan utama yang disebut “KW”. Model pembenahan kawasan dengan cara cost-recovery dan pola pelibatan masyarakat sekitar kawasan serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Strategi tersebut menjadi andalan tim manajemen ini.
```13Program-program awal yang dilakukan di sini adalah Pendidikan & Pelatihan serta Program Konservasi Wali Pohon.
Sejak diperkenalkan pada akhir 2008 sampai Maret 2009, program Wali Pohon telah menanam sejumlah 10.500 batang pohon dengan model adopsi bergaransi selama 5 tahun.

Organigram Tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi

Program Pengelola
Enam program yang telah direncanakan dalam Rencana Jangka Pendek dan Menengah secara garis besar adalah:
1. Pendidikan dan Pelatihan Alam Terbuka
2. Ekowisata
3. Konservasi
4. Pemulihan Populasi Satwa Buru dan Wisata Buru
5. Pemberdayaan Masyarakat
6. Penelitian dan Pengembangan

```````````111111Disadari, bahwa pengelolaan sebuah kawasan konservasi bukanlah masalah yang mudah. Dan melihat sejarah pengelolaan yang cukup panjang, dapat diperkirakan bahwa tantangan yang ada di kawasan ini cukup kompleks. Karenanya tim Manajemen tidak dapat bergerak sendiri, namun mutlak `````aaaavulangharus melibatkan berbagai pihak, terutama yang peduli terhadap kelestarian sumber daya alam. Tentunya termasuk anda!
Mari, satukan hati dan pikiran. Dukung kawasan ini dengan cara yang bisa anda lakukan. Semoga Indonesia selalu lestari.
Informasi lebih lanjut mengenai Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi dapat menghubungi:
111 fManajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit – Kareumbi
Kantor Pusat
Jl. Arumanis. 25. Bandung, Jawa Barat, INDONESIA 40191
Ph/fax: +62 22 2502085
Email: info@tbmk.org
CP: Darmanto +62 812 213 288

Kantor Lapangan
“KW”
Kp. Leuwiliang, Ds. Tanjungwangi, Kec. Cicalengka, Kab. Bandung.
CP: Eddy Sinuraya, Ja’i Suryana
Sekretariat Wanadri Bandung
Jl. Aceh 155. Bandung, Jawa Barat, INDONESIA 40114
Ph/fax: +62 22 4206440

Hitung hitung kami dari Bandung rincian biaya sbb :
Spoor brangkat (Bdg-Cicalengka) = 7.000
Carter 2 kendaraan (400.000:19) = 21.053
Tiket masuk kawasan Kareumbi = 5.000
Jasa 1 orang guide (50.000:19) = 2.623
T4 menjadi 4 buah WALI POHON (200.000 : 19) = 10.526
Makan siang 20.ooo
Snack 7.500
Tiket masuk kawasan Curug Cinulang = 3.000
Spoor balik Bandung = 10.000

Julah = 86.711
Sampi pendakin berikutnya. Salam 4T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s