Pria Diprediksi Punah 5 Juta Tahun Lagi?

Standar

171672_wanita-bukanlah-musuh-bagi-pria_663_382153024_priakoIlmuwan terkenal Australia meramalkan bahwa kaum pria akan menuju kepunahan. Tentu ini menjadi kabar mengejutkan bagi umat manusia, karena menurut ilmuwan, proses kepunahan itu sudah dimulai dari sekarang.

Ialah Profesor Jenny Graves, dari Universitas Canberra, yang mengklaim pernyataan kepunahan para pria di muka Bumi lebih cepat, dan mempercayai bahwa wanita akan memenangkan “pertempuran” jenis kelamin. Kaum Hawa akan bertahan lebih lama dari Kaum Adam.

Salah satu ilmuwan yang paling berpengaruh di Australia itu juga mengatakan, saat ini kromosom seks pria atau kromosom Y sedang mengalami kerapuhan. Itu mengartikan bahwa para pria akan menuju kepunahan.

“Kromosom seks wanita atau kromosom X berisi lebih dari 1.000 gen yang sehat. Sementara selama ratusan tahun belakangan, kromosom Y mengalami keruntuhan. Saat ini hanya ada 100 gen sehat di manusia pria modern,” kata Graves, dilansir Dailymail, 5 April 2013.

Ia pun menyampaikan, keruntuhan ini juga terjadi pada gen ***-determining region Y (SRY) atau gen yang menentukan embrio pria. “Saat ini, dalam gen itu, kromosom X memiliki dua SRY, sementara kromosom Y hanya memiliki satu,” ujar Graves.

Graves juga menggambarkan, kalau gen yang tersisa pada kromosom Y hanya sebagai sampah. “Ini adalah kecelakaan evolusi,” katanya, dalam kuliah umum di Akademi Ilmu Pengetahuan Australia.

Tidak Panik

Terjadinya penurunan jumlah kromosom Y yang tidak sehat tentu menjadi berita buruk bagi semua orang. Namun, para ilmuwan lain menyarankan untuk tidak panik.

Menurut Profesor Chris Mason dari University College London, kromosom Y tidak akan ambruk dalam beberapa juta tahun mendatang. Obat-obatan akan memperbaiki jumlah kromosom Y yang tidak sehat.

“Lima juta tahun lagi adalah waktu yang sangat panjang. Tentu ilmu kedokteran akan menciptakan solusi untuk memperbaiki gen-gen pada kromosom Y,” kata Mason.

sumber: viva.co.id

Pria Bakal Punah 5 Juta Tahun Lagi, Bagaimana Mencegahnya?
Putro Agus Harnowo – detikHealth
Rabu, 21/08/2013 15:32 WIB

Jakarta, Dibandingkan umur bumi yang sudah mencapai 4,54 miliar tahun, keberadaan manusia mungkin benar-benar seolah hanya mampir minum. Betapa tidak? Manusia modern yang baru menghuni bumi sekitar 200 ribu tahun lalu sudah diperkirakan akan berevolusi 5 juta tahun lagi.

Proses evolusi ini tak lepas dari perubahan komposisi gen dalam kromosom manusia, bagian penting yang memuat informasi kehidupan suatu spesies. Menurut seorang ilmuwan besar asal Australia, prof Jenny Graves, perubahan kromosom ini akan membuat manusia laki-laki punah.

Perbedaan susunan DNA laki-laki dan perempuan terletak pada pasangan kromosom seksnya. Laki-laki memiliki pasangan kromosom XY, sementara perempuan memiliki pasangan XX. Karena kromosom X pada perempuan ada 2, maka dapat saling membantu memperbaiki jika ada kerusakan. Lain halnya dengan laki-laki yang hanya memiliki 1 kromosom X.

Prof Graves yang merupakan guru besar dari Departemen Genetika, Universitas LaTrobe, Australia ini menerangkan, kromosom Y yang merupakan penentu jenis kelamin laki-laki ini merupakan kromosom X yang terdegradasi. Jika dibandingkan ukurannya, kromosom Y memiliki ukuran yang lebih pendek dibanding kromosom X.

“Sekitar 166 juta tahun yang lalu, kromosom Y punya 1.669 gen dan kini hanya tinggal 45 gen. Jika dihitung, kromosom Y akan hilang sekitar 4,6 juta tahun ke depan,” kata prof Graves dalam acara seminar yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Australia, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (21/8/2013).

Bersamaan dengan hilangnya kromosom Y tersebut, prof Graves menerangkan bahwa keberadaan manusia berjenis kelamin laki-laki otomatis juga akan punah. Fungsi penentuan jenis kelamin pada kromosom Y ini tak lepas dari adanya kode genetik khusus yang disebut SRY (Sex-determining region Y).

Kromosom Y berperan penting dalam pembentukan testis beserta hormon khas laki-laki. Karena adanya proses mutasi terus menerus, juga pembelahan sel secara berulang dalam pembentukan sperma di dalam testis yang memuat informasi genetik, kromosom Y lebih rentan rusak.

“Berbeda dengan ovarium yang terletak di bagian dalam tubuh wanita, mereka lebih terlindungi. Sedangkan sperma diproduksi testis yang terletak di bagian tubuh yang lebih luar. Mereka lebih rentan terkena kerusakan akibat panas dan pengaruh lingkungan,” terang prof Graves.

Celakanya lagi, kerusakan kromosom Y yang terjadi pada suatu generasi tak dapat diperbaiki. Jadi pada tiap generasi, penyusutan kromosommya akan semakin parah. Nah, jika salah satu masalahnya ada pada kerapuhan kromosom Y yang dibuat oleh testis, lantas apa yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan terus berlanjut?

“Tak ada yang bisa dilakukan. Ini adalah proses yang terjadi secara alami. Semua spesies pernah mengalaminya. Mungkin akan ada jenis spesies hominid baru,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s