BUBUR MENADO TINUTUAN

Standar

TAUKAH ANDA ASAL USUL TINUTUAN?

Tinutuan yang sekarang beken dengan “bubur Manado” bukan lagi makan khusus tou Minahasa tapi sudah menjadi kuliner nasional yang digemari banyak orang Indonesia bahkan turis asing. Tapi sampai kini mungkin sedikit orang yang tau tentang asal usul terciptanya masakan yang unik, sederhana, praktis diolah, tapi enak dan sangat bergisi ini.
Konon suatu hari, seorang petani yang kemalaman di kebunnya, di salah satu desa di Minahasa, mengambil keputusan untuk bermalam saja di kebunnya. Ketika ia hendak menyiapkan makan malam, tidak banyak bahan tersedia untuk diramu menjadi hidangan yang lengkap. Juga tidak ada lauk, tidak ada minyak goreng, kecuali hanya ada garam dan sedikit beras. (Kebiasaan petani di Minahasa selalu ada persediaan garam di pondoknya). Peralatan untuk memasakpun, hanya ada sebuah belanga. Bermodalkan keterbatasan ini, si petani menemukan ide praktis. Ia mengambil air dan beras lalu menanaknya sep…
erti bubur encer, kemudian mencampurnya dengan bermacam jenis sayur yang terdapat di sekitar pondok. Jenis sayur itu terdiri dari labu (sambiki), daun gedi, pucuk daun sambiki, rebung dari bambu pagar, buah taruptup (tumbuhan hutan yang berbuah seperti tomat) pucuk daun pepaya, dll. Sesudah masakan ini selesai ia membuat sambal yang disebut dabu dabu lilang. Mengapa sambal ini dinamakan dabu dabu lilang, karena waktu mengolahnya tidak ada cobek, sehingga ia menggunakan sebilah parang yang di Minahasa disebut “lilang”. Baik cabe, bawang, tomat, untuk membuat sambal ini, tidak diulek dengan menggunakan cobek, tapi cukup diiris iris dengan menggunakan lilang. Nah…terjadilah menu khas ini, yang disantap sambil menenggak saguer (sagu aer) yaitu nira yang disadap dari pohon seho (Aren) Itulah asal mula terciptanya salah satu kuliner Minahasa, yaitu Tinutuaan yang sekarang populer dengan Bubur Manado, dan juga sambal yang disebut “dabu dabu lilang”. Hanya sekarang, ramuannya sudah lebih diupgrade dengan tambahan bumbu penyedap lainnya. SELAMAT MENIKMATI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s