Ingin Menang Pilgub Jabar, Sediakan Uang Rp 430 Miliar!

Standar

BANDUNG, (PRLM).- Kamis, 26/04/2012 – 06:52

Para bakal calon yang akan maju dalam pemilihan Gubernur (pilgub) Jawa Barat dari Partai Gerakan Indonesia Raya (P-Gerindra) harus menyiapkan modal politik minimal Rp175 miliar. Namun, bila ingin optimal menyasar setengah dari jumlah pemilih dan memenangkan pilgub, maka para calon harus menyiapkan setidaknya Rp 430 miliar.
Hal itu diungkapkan Ketua Tim Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DPD P-Gerindra Jabar Sunatra di Bandung, Rabu (25/4).
Perhitungan itu menggunakan indeks yang disurvey dari pemilukada Kab. Bandung ditambahkan prakiraan inflasi. “Itu perkiraan penghitungan dari tim. Mungkin tim partai lain ada perhitungan lain,” katanya.
Dipaparkannya, ongkos politik Rp 175 miliar masuk kategori paket hemat. Sasarannya bukan dihitung per orang melainkan per desa. Bila pemilukada Kab. Bandung mencapai nominal Rp 19,7 juta/titik, maka pilgub 2013 diperkirakan menjadi Rp 25 juta/titik.
“Biaya politik Rp 25 juta/titik desa itu untuk membiayai mulai dari alat kontak, baligo, spanduk, stiker, bendera, kaos, saksi, transport dan lain-lain totalnya Rp 25 juta. Bila dikalikan 7.000 titik maka dibutuhkan Rp 175 miliar,” imbuhnya.
Sunatra menambahkan, bila biaya politik setiap calon itu ingin dilakukan secara komplet, maka penghitungan harus menyasar per orang berdasarkan jumlah pemilih. Indeks yang digunakan nilainya Rp 25 ribu/orang yang juga meliputi biaya kaos, spanduk, dan lainnya.
Dijelaskannya, dari jumlah penduduk Jabar sebanyak 43,3 juta, masyarakat pemilihnya diperkirakan mencapai 80 persen, yaitu 34,2 juta orang. Untuk memenangkan pilgub, dibutuhkan dukungan dari setengah dari jumlah pemilih itu atau sekitar 17,2 juta. Bila dikalikan Rp 25 ribu per orang, maka total biayanya mencapai Rp 430 miliar.
Sunatra menyatakan, biaya politik itu bukanlah untuk membeli suara rakyat. Itu adalah biaya yang dibutuhkan untuk mengkampanyekan atau menyosialisasikan calon sampai mencapai kemenangan.
Ketika disinggung mengenai sumber biaya, ia menyatakan, itu diatur oleh pasangan calon itu sendiri. “Partai tidak membiayai, yang membiayai calon. Kalau sekarang sosialisasi masih oleh partai,” tuturnya.
Ditambahkannya, biaya itu akan relatif lebih ringan jika P-Gerindra berkoalisi dengan partai lain karena nantinya ada pembagian porsi anggaran untuk kampanye. “Biasanya pembagiannya 60:40, 60% disediakan cagub, 40% disediakan cawagub,” papar Sunatra.
Meski sudah melakukan penjaringan, Partai Demokrat Jabar belum melakukan penghitungan biaya kampanye yang harus dikeluarkan para calon. “Biasanya itu nanti setelah ada keputusan calon yang akan diusung oleh partai dan setelah tim partai terbentuk,” tutur Ketua Tim Penjaringan PD Didin Supriadin.
Dikatakannya, biaya pemenangan itu biasanya akan dibahas bersama secara internal partai maupun dengan calon yang sudah ditetapkan nantinya. Penghitungannya meliputi hal-hal normatif yang akan dilakukan untuk pemenangan calon.
Ia mencontohkan, biaya itu biasanya meliputi kegiatan rutin tim dan calon dalam sosialisasi, biaya saksi, biaya atribut atau alat kontak, dan lainnya. “Yang terpenting, semua muara itu diarahkan agar calon yang kita usung dapat diterima dan mendapat simpatik masyarakat,” ucapnya.
Menurut dia, format koalisi juga akan berpengaruh pada estimasi biaya politik sehingga PD belum membahasnya sampai sudah ada calon yang pasti.
“Apakah kita mengambil nomor 1 atau 2, soal itupun pasti berbeda. Jadi biasanya semua itu akan terjawab kalau sudah ada keputusan resmi partai siapa yg akan diusung,termasuk koalisi partainya,” tutur Didin. (A-160/A-89)***

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s