Anak Medan Temukan Obat Luka Diabetes

Standar

Laporan Wartawan Tribun Medan, Azi Putra
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN – Dua putra kelahiran Medan, Satya Dharsan, dan Prof Dr Sjukri Karim berhasil menemukan obat luka bernama Peraloxe.
Bahan baku obat ini dibuat dari olive oil (buah zaitun) dan kernel oil (minyak kelapa sawit). Fungsinya untuk menyembuhkan luka, termasuk luka yang sukar sembuh pada penderita Diabetes mellitus.
Meski berbahan alami, Peraloxe punya efek antibiotik dan memperbaiki jaringan yang rusak, sehingga dikategorikan fitofarmaka.
Fitofarmaka adalah obat berbahan alami, yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah, melalui uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi.
Peraloxe akan dipasarkan dalam bentuk salep. Penelitian ini dilakukan Dharsan dan Sjukri selama delapan tahun, dan kini dalam tahapan menyusun proses izin penggunaan.
Dharsana, yang juga CEO Onasen UK Limited (perusahaan yang akan memproduksi Peraloxe), telah meneliti Peraloxe di beberapa universitas dan laboratorium mancanegara.
“Saya terdorong melakukan penelitian ini bersama Prof Dr Sjukri Karim untuk menyembuhkan luka. Luka itu sering dianggap sepele. Padahal, gara-gara luka seseorang bisa meninggal, terutama penderita Diabetes, yang bisa kehilangan kaki karena diamputasi akibat luka,” tutur pria yang kerap menjadi dosen tamu di Bioteknologi ITB, saat ditemui di Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU), Senin (5/3./2012).
Penemuan obat yang telah dipatenkan ini, juga melalui sejumlah pengujian praklinis di Inggris, Malaysia, FK Universitas Indonesia, dan Departemen Mikrobiologi ITB.
Sedangkan, tim Departemen Mikrobiologi FK USU, yang diketuai dr Lia Kusumawati, sudah menguji Perolaxe pada tahap klinis fase kedua.
Khasiat obat tersebut diuji pada belasan pasien diabetes, yang lukanya meradang. Hasilnya, dalam pemakaian selama 12 hari, luka berukuran besar tersebut mulai menutup.
Sedangkan pada pasien dengan luka kecil, seperti luka karena jatuh, cukup lima hari. Luka tertutup sempurna tanpa meninggalkan bekas.
“Secara medis, Peraloxe bekerja pada kulit dengan membunuh semua bakteri, fungi, dan virus pada kulit, dan membuat kulit mampu melakukan regenerasi. Perolaxe dapat digunakan untuk pasien yang mengalami luka infeksi berat, yang biasanya terjadi pada pasien Diabetes mellitus,” jelas Lia.
Ia memperkirakan, empat fase uji klinis obat tersebut bisa selesai pertengahan tahun ini. Setelah fase uji klinis selesai, baru lah izin produksi ke BPOM Pusat bisa dilakukan. (*)

Editor: Yaspen Martinus | Sumber: Tribun Medan
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

4 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s