SABDO PALON

Standar

Aku telah datang..!”, Teriakan Ki Sabdo Palon dan Naya Genggong
Maka Sang koruptor blingsatan, penipu, perampok, dan cecurut negri
Melarikan diri saking takutnya, kepalanya di taruhnya di kaki
Tiada rupa namun melempar manusia laknat sebagai santapan Jin , Syetan dan Para danyang
“Nusantara harus di cuci, bersih tiada daki”

Di ufuk tanpa cahaya, gelap, sinarnya tak menembus dahan mahoni
(Pasukan danyang merambah menaiki debu vulkanik yang tersebar ke seantero negri, mengintai manusia manusia yang tak ber-budi, membongkar kebusukan lintasan hati para Petinggi Negri)

“Maka lihatlah , di tahun ini , tahun 2012, bagaimana kejadiannya nanti , adalah tahun Lawon Sapta Ngesthi Aji “.Langit kelap kelip, bumi gonjang ganjing, awan panas membakar
Dan petir menggelegar, menyaput melingkupi Jakarta. Nafas terengah, berteriak tak bersuara, serasa sakit menikam jantung
“Maka diamlah wahai Semeru !. Akulah “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” tidak lain dan tidak bukan adalah Sabdo Palon, yang sejatinya adalah Dang Hyang Nirartha/ Mpu Dwijendra/ Pedanda Sakti Wawu Rawuh/ aliasTuan Semeru. “
“Aku datang ke tempatmu, mengasuh anakku, menikahkan anakku, orang Jawa yang menggunakan nama tua (sepuh), berpegang pada kawruh Jawa, dialah sejatinya aku, anakku Bandoro Raden Aryo , menikahnya tepat berada di kakimu”
Seperti memahami, matahari matanya gemerlap,
Seperti bintang hatinya berpendar,

Langit tak membulat, karena ronanya, terhisap batuknya semeru
Meringkih kaki kaki nya, lereng arjuna tersaput debu diantara hutan lali jiwo, para danyang demit dan baladewa
Berkata suka menisbahkan dahaganya

Mengibas awan serasa pergi, tidak perlu menunggu pagi
Bergegas kesana kami semua lari,
ketika Semeru memutahkan laharnya lagi,
… sebuah pernikahan suci ,
Memasuki perubahan jaman, menetapi, Bersama Ki Sabdo Palon dan Naya Genggong yang menjadi wali dan saksi* »Prince Kertanegara, Deklarasi Kebangsaan, Puri Negara, Bali 3,4 maret 2012, coming soon

Dan siapakah Sabdo Palon itu ? Inilah :

Sabdapalon
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Sabdapalon adalah tokoh legendaris yang dianggap sebagai pandita dan penasehat Brawijaya V, penguasa terakhir yang beragama Hindu dari kerajaan Majapahit di Jawa.
Namanya disebut-sebut dalam Serat Darmagandhul, suatu tembang macapat kesusastraan Jawa Baru berbahasa Jawa ngoko. Disebutkan bahwa Sabdapalon tidak bisa menerima sewaktu Brawijaya digulingkan pada tahun 1478 oleh tentara Demak dengan bantuan dari Walisongo(walaupun pada umumnya dalam sumber-sumber sejarah dinyatakan bahwa Brawijaya digulingkan oleh Girindrawardhana). Ia lalu bersumpah akan kembali setelah 500 tahun, saat korupsi merajalela dan bencana melanda, untuk menyapu Islam dari Jawa dan mengembalikan kejayaan agama dan kebudayaan Jawa (dalam Darmagandhul, agama orang Jawa disebut agama Buda, yang dahulu Buda berdampingan dengan Hindu). Serat Damarwulan dan Serat Blambangan juga mengisahkan tokoh ini.
Dalam pengertian yang lebih mendalam, kedatangan Sabdapalon dalam arti sebenarnya adalah mengembalikan kejayaan nusantara dari mereka yang lupa akan kebajikan, bukan semata pengembalian dari sudut agama. Mengembalikan jati diri asli nusantara yang terjajah secara politik dan budaya dari negeri asing : Arab, Cina, India, dan kolonial-kolonial Eropa.
Pada tahun 1978, Gunung Semeru meletus dan membuat sebagian orang percaya atas ramalan Sabdapalon tersebut.
Tokoh Sabdapalon dihormati di kalangan revivalis Hindu di Jawa serta di kalangan aliran tertentu penghayat kejawen.
Sabdapalon seringkali dikaitkan dengan satu tokoh lain, Nayagenggong, sesama penasehat Brawijaya V. Sebenarnya tidak jelas apakah kedua tokoh ini orang yang sama atau berbeda. Ada yang berpendapat bahwa keduanya merupakan penggambaran dua pribadi yang berbeda pada satu tokoh.

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s