Vaksinasi Tanpa Jarum Segera Tersedia untuk Vaksin Influenza

Standar

Jakarta, Seringkali orang takut untuk melakukan vaksinasi oleh karena takut terhadap jarum. Namun, needle free shots untuk vaksin flu akan segera tersedia di pasaran. Needle free shots dapat diartikan sebagai vaksin bebas jarum.
“Vaksin bebas jarum umumnya lebih aman, sederhana, dan lebih nyaman untuk digunakan,” kata Bruce Weniger, MD, MPH, seorang editor journal Vaccine seperti dilansir dari WebMD, Senin (3/10/2011).Needle free shots juga akan lebih nyaman dan tidak membuat takut pasien yang secara psikologis takut terhadap jarum, kata Michael Decker, MD, pseorang profesor dari preventive medicine di Vanderbilt University, Nashville, Tenn.
Para ahli membahas mengenai perkembangan kemajuan vaksin, mulai dari vaksin tradisional yang berbasis jarum hingga vaksin yang sekarang telah tersedia di pasaran. Pembahasan oleh para ahli tersebut berlangsung dalam konferensi Interscience on Antimicrobial Agents and Chemotherapy ke 51.
Jenis vaksin generasi baru yang sudah ada di pasaran adalah tipe injector jet. Injector jet merupakan alat yang menyerupai pistol yang dapat menyemprotkan cairan vaksin, kata Weniger. PharmaJet adalah salah satu jenis vaksin bebas jarum.
Cara kerja PharmaJet yaitu dengan inokulasi tekanan tinggi melalui kulit. PharmaJet dapat ditawarkan sebagai alternatif bagi orang yang takut terhadap jarum. PharmaJet akan lebih memberikan kenyamanan dibandingkan dengan vaksin flu tradisional yang diberikan secara suntikan bagi pasien yang takut terhadap jarum.
Keuntungan lain dari injector jet yaitu hanya diperlukan dosis yang lebih kecil untuk mencapai inokulasi. Sehingga dapat menghemat vaksin, saat kekurangan vaksin, kata Weniger.
Namun, jet injector dapat menyebabkan ketidaknyamanan sesaat, karena jet injector pada dasarnya merupakan pukulan pada kulit dengan semprotan cairan yang terkonsentrasi.
Beberapa jenis alat untuk vaksinasi yang sudah tersedia di pasaran, antara lain:
1. Patch pada kulit untuk melawan flu
Intercell bekerja pada sebuah patch vaksin untuk mengatasi pandemi influenza, seperti wabah dari flu burung. Setelah dosis vaksin disuntikkan, kemudian patch ditempatkan di atas area kulit yang telah divaksinasi.
Patch dapat melepaskan zat kimia yang dirancang untuk meningkatkan respon kekebalan terhadap vaksin yang disuntikkan. Patch tersebut ditempatkan pada kulit menyerupai plester. Obat ini akan larut ke dalam kulit dan kemudian sisanya akan terkelupas.
Seperti injector, patch memungkinkan penggunaan dosis vaksin yang lebih sedikit atau lebih rendah, katanya. Patch telah diuji pada tahun lalu, namun didapatkan hasil yang mengecewakan. Sehingga sekarang patch sedang diuji dalam kombinasi dengan vaksin H5N1 jenis lain.
2. Jarum setipis rambut
Meskipun tidak bebas jarum, sistem lain dari vaksin baru ada yang telah menggunakan jarum setipis rambut untuk vaksinasi. Vaksin dengan jarum setipis rambut tersebut diberi nama Fluzone intradermal. Fluzone intradermal disuntikkan ke dalam kulit, bukan ke dalam otot seperti suntikan vaksin flu tradisional.
“Meskipun bukan merupakan sistem vaksin yang bebas jarum, namun setidaknya Fluzone intradermal dapat mengurangi rasa sakit pada pasien yang divaksinasi. Pasien yang divaksinasi dengan Fluzone intradermal tidak akan merasakan nyeri otot yang mendalam seperti pada suntikan flu tradisional,” jelas Weniger.
Fluzone telah dilisensi oleh Food and Drugs administration (FDA) untuk digunakan pada musim flu tahun 2011-2012. Tidak semua vaksin tersedia dengan sistem bebas jarum. Bioject Pen Injector intradermal sekarang sedang diteliti untuk penggunaan vaksin polio dan rabies.
Jarum suntik setipis rambut memasukkan cairan vaksin melalui corong yang sangat tipis. Oleh karena jarum yang sangat tipis tersebut, seringkali hancur ketika dipakai untuk memasukkan cairan vaksin pada pasien.
Namun pada vaksin yang disuntikkan secara intradermal (di dalam kulit) memiliki sejumlah keuntungan, yaitu tidak terlalu bergantung pada kerja sama pasien. Selain sistem vaksinasi secara intradermal, vaksin tertentu akan tersedia dengan sediaan yang disemprotkan pada mulut atau hidung.
Hasil penelitian ini telah dipresentasikan pada sebuah konferensi medis dan telah dipublikasikan dalam medical journal.
(ir/ir)
Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com
Informasi pemasangan iklan
Ines – 7941177 ext.523
Elin – 7941177 ext.520
email : iklan@detikhealth.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s